ASSALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH SELAMAT DATANG DI BLOG BOCI HPPC, SELAMAT MEMBACA DENGAN SEKSAMA DAN TERIMAKASIH, JANGAN LUPA LIKENYA DAN KOMENTARNYA WASALAMUALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKATUH

Sabtu, 20 Desember 2014

La Nyalla: PSSI Tak Takut Tim 9


Pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang menganggap PSSI punya kesalahan, sehingga takut dengan kehadiran Tim 9 bentukan Kemenpora langsung ditanggapi Waketum PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Dikatakan La Nyalla, PSSI sama sekali tidak takut dan tidak keberatan dengan gagasan Negara hadir di sepakbola, dengan tujuan memajukan dan meningkatkan prestasi sepakbola. Tetapi, yang terpenting adalah caranya bagaimana.  

“Menpora bilang supaya saya baca UU Sistem Keolahragaan Nasional. Bukan saja UU-nya yang sudah saya pelajari, termasuk PP-nya juga sudah saya baca. Justru di UU itu, di Pasal 22, mengenai Pembinaan dan Pengembangan Olahraga, bukan saja pembinaan, tetapi juga berkewajiban memberikan bantuan, kemudahan, dan perizinan,” tukas ia di situs pribadi miliknya.

Apa bantuan dan kemudahan dari pemerintah ke sepakbola? Kemarin saat PSSI mau menggelar final ISL, kami tidak bisa dapat ijin untuk digelar di Jakarta. Padahal Menpora janji akan bantu komunikasi dengan kepolisian. Hasilnya? “PSSI terpaksa menggelar final ISL di Palembang,” paparnya.

"Silakan “Negara Hadir”, tetapi hadirlah di tempat yang tepat, yang bermanfaat dan bermakna bagi sepakbola, seperti dilakukan negara-negara lain di dunia ini, yang menggelontorkan jutaan dollar dana dari pemerintah untuk sepakbola. Sudah banyak contoh negara yang melakukan fasilitasi untuk sepakbola, karena memang mereka mengangap sepakbola itu penting."

Soal Tim 9, La Nyalla mempertanyakan apa tugasnya dan untuk apa? Karena PSSI bisa kapan saja berdialog dengan Menpora. Dialog intens, bukan sekedar silaturahmi seperti yang telah dilakukan PSSI setelah Imam Nahrawi dilantik sebagai Menpora beberapa waktu silam.

“Jadi menurut saya tidak perlu Tim 9. Kenapa? Karena siapa yang duduk di Tim 9 kami juga tidak tahu. Apalagi kalau diisi oleh orang-orang yang kemarin di tahun 2011 dan 2012 pernah di PSSI dan terbukti gagal menjalankan roda organisasi dan kompetisi.

Buktinya nyata, mereka di-mosi tidak percaya oleh 526 dari sekitar 700 anggota PSSI. Sampai akhirnya terjadi dualisme kepengurusan yang akhirnya berhasil diselesaikan oleh FIFA melalui peran aktif Menpora saat itu, Pak Roy Suryo. Dan lahirlah kepengurusan kami ini di Exco PSSI, yang baru menjalankan roda organisasi sejak Maret 2013,” urainya.

Dan perlu Menpora ketahui, saat itu, tahun 2012, ranking FIFA Indonesia di 172. “Sekarang Alhamdulillah sudah mencapai 157 dari target kita sampai akhir 2015 nanti, insya Allah bisa ke ranking 130-an,” tambah La Nyalla.

La Nyalla juga kembali menyitir UU SKN. Dikatakan, jangan asal menggunakan Pasal 10 UU SKN sebagai pintu masuk Tim 9. Seperti diketahui bunyi Pasal 10 ayat 1 itu; Masyarakat mempunyai hak untuk berperan serta dalam perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan keolahragaan.

“Jadi menurut saya, justru Menpora yang jangan sensi. Wajar-wajar saja. PSSI sudah bekerja. Badan yudisial PSSI juga terus bekerja menghukum mereka yang melakukan perilaku buruk di sepakbola, termasuk para pelaku sepakbola gajah,” tutup ia.

0 komentar :

Posting Komentar