Anak-anak ternyata lebih agresif dan cenderung pembangkang apabila biasa diberikan makanan yang langsung digigit. Akan lebih baik jika Anda menyediakan alat makan untuk si kecil. Inilah hasil penelitian Cornell University di Ithaca, New York.
Ulasan penelitian dimuat dalam jurnalEating Behaviour yang ditulis oleh Brian Wasink, profesor dan direktur dari Cornell Food dan Brand Lab. Penelitian bahkan menemukan jika perilaku anak usia 6 hingga 10 tahun akan lebih kasar jika dibiasakan menggigit makanan dengan gigi depan mereka. Seperti saat memakan jagung, apel, dan sebagainya.
“Mereka cenderung pembangkang dan agresif dibanding anak-anak seusianya,” ujar Profesor Wasink.
Peneliti mengungkap prinsip tersebut sama seperti hewan yang kebanyakan menggunakan gigi untuk menggigit makanan biasanya dikategorikan dengan hewan buas dan agresif.
Para peneliti mengambil sampel sebanyak 12 anak yang sedang menjalanisummer camp untuk diteliti selama dua hari. Ternyata akan lebih baik jika memberikan makanan yang telah dipotong-potong kecil sehingga sang anak tak perlu menggigit makanannya. Dengan langkah ini akan membuat sikap atau cara makan anak cenderung lebih sopan saat di meja makan.
Di hari pertama, mereka meminta 6 anak untuk duduk di sebuah meja yang diatur sedemikian rupa seperti piknik. Di atasnya disajikan sajian ayam yang masih bertulang sehingga mereka perlu menggigitnya.
Sedangkan enam lainnya duduk di meja lainnya dan disediakan daging ayam tanpa tulang yang telah dipotong-potong menjadi beberapa bagian.
Di hari kedua, peneliti menukar dua kelompok anak ini. Peneliti juga meminta para konselor untuk memberikan instruksi kepada anak-anak hanya dalam jarak 9 kaki dari mereka.
Mereka merekam bagaimana aktivitas kedua kelompok tersebut dalam dua hari lalu mengamati perilaku anak-anak khususnya melihat tingkat keagresifan dan kepatuhan. Termasuk perilaku nakal mereka mulai dari lompat-lompat hingga berdiri di atas meja.
Hasil dari penelitian menunjukkan jika perilaku anak-anak akan menjadi lebih agresif, cenderung egois, dan enggan mengalah saat diberikan seporsi ayam yang belum dipotong atau perlu digigit untuk memakannya.
Dalam penelitian tersebut, Profesor Wasink menyarankan orangtua untuk mengajari sikap makan yang baik seperti duduk di meja makan dan membantu memotong makanannya.
Mengajari anak-anak untuk menggunakan peralatan makan akan membantu menciptakan perilaku dan sikap makan yang baik pada anak.
Ulasan penelitian dimuat dalam jurnalEating Behaviour yang ditulis oleh Brian Wasink, profesor dan direktur dari Cornell Food dan Brand Lab. Penelitian bahkan menemukan jika perilaku anak usia 6 hingga 10 tahun akan lebih kasar jika dibiasakan menggigit makanan dengan gigi depan mereka. Seperti saat memakan jagung, apel, dan sebagainya.
“Mereka cenderung pembangkang dan agresif dibanding anak-anak seusianya,” ujar Profesor Wasink.
Peneliti mengungkap prinsip tersebut sama seperti hewan yang kebanyakan menggunakan gigi untuk menggigit makanan biasanya dikategorikan dengan hewan buas dan agresif.
Para peneliti mengambil sampel sebanyak 12 anak yang sedang menjalanisummer camp untuk diteliti selama dua hari. Ternyata akan lebih baik jika memberikan makanan yang telah dipotong-potong kecil sehingga sang anak tak perlu menggigit makanannya. Dengan langkah ini akan membuat sikap atau cara makan anak cenderung lebih sopan saat di meja makan.
Di hari pertama, mereka meminta 6 anak untuk duduk di sebuah meja yang diatur sedemikian rupa seperti piknik. Di atasnya disajikan sajian ayam yang masih bertulang sehingga mereka perlu menggigitnya.
Sedangkan enam lainnya duduk di meja lainnya dan disediakan daging ayam tanpa tulang yang telah dipotong-potong menjadi beberapa bagian.
Di hari kedua, peneliti menukar dua kelompok anak ini. Peneliti juga meminta para konselor untuk memberikan instruksi kepada anak-anak hanya dalam jarak 9 kaki dari mereka.
Mereka merekam bagaimana aktivitas kedua kelompok tersebut dalam dua hari lalu mengamati perilaku anak-anak khususnya melihat tingkat keagresifan dan kepatuhan. Termasuk perilaku nakal mereka mulai dari lompat-lompat hingga berdiri di atas meja.
Hasil dari penelitian menunjukkan jika perilaku anak-anak akan menjadi lebih agresif, cenderung egois, dan enggan mengalah saat diberikan seporsi ayam yang belum dipotong atau perlu digigit untuk memakannya.
Dalam penelitian tersebut, Profesor Wasink menyarankan orangtua untuk mengajari sikap makan yang baik seperti duduk di meja makan dan membantu memotong makanannya.
Mengajari anak-anak untuk menggunakan peralatan makan akan membantu menciptakan perilaku dan sikap makan yang baik pada anak.

0 komentar :
Posting Komentar