Beijing, - Memilukan! Seorang ibu muda di China meninggal akibat penyakit kanker setelah menolak menjalani kemoterapi, demi menyelamatkan bayi dalam kandungannya. Kisah pengorbanan presenter televisi itu menimbulkan perdebatan sengit di kalangan publik China, khususnya pengguna internet. Ada yang mendukung sikap wanita itu, namun ada pula yang menyayangkannya.
Qiu Yuanyuan meninggal pada Rabu, 10 Desember lalu pada usia 26 tahun, atau 100 hari setelah melahirkan anaknya. Hari ini, tercatat lebih dari 10 juta netizen membaca kisahnya di jejaring sosial mirip Twitter, Sina Weibo. Namun banyak yang dari mereka yang mempertanyakan mengapa Qiu mengorbankan nyawanya.
"Saya pikir tidak baik untuk menyerah pada hidup, bahkan sekalipun cinta ibu tersebut begitu besar," tulis seorang netizen.
"Bukan hal yang indah jika seorang anak lahir tanpa perhatian dan cinta dari ibu kandungnya," tulisnya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/12/2014).
Menurut surat kabar People's Daily, Qiu yang berasal dari provinsi Henan, pada Maret lalu mengetahui kalau dirinya hamil. Namun situasi berubah buruk setelah tak lama kemudian dia didiagnosa menderita kanker rahim stadium lanjut.
Qiu pun memutuskan untuk menunda pengobatan atas penyakitnya karena tak ingin membahayakan nyawa bayi dalam kandungannya. Akibatnya, kanker pun segera menyebar. Di tengah kondisinya yang memburuk, Qiu dimasukkan ke rumah sakit pada September lalu untuk melahirkan bayi laki-lakinya, yang diberi nama Niannian.
Qiu akhirnya meninggal saat keluarga tersebut merayakan usia ke-100 hari putranya, yang merupakan momen istimewa dalam tradisi China
"Meninggalkan makhluk kecil sendirian di dunia, benar-benar ibu yang tak punya hati," kecam seorang pengguna Sina Weibo lainnya.
Namun banyak pula yang bersimpati pada Qiu. "Bahkan kemoterapi sekalipun tak bisa menyembuhkan kanker, bukankah begitu? Jadi dia memilih jalan ini, bijak dan tak berdaya," tulis seorang netizen.
Ada pula yang menuliskan: "Kasih ibu begitu hebat."
0 komentar :
Posting Komentar